Loading...

Laporan Direksi

David Hidayat

Direktur Utama

Di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi pandemi, kinerja Perseroan berhasil melampaui target yaitu penjualan tumbuh sebesar 21% dan laba bersih tumbuh sebesar 35%.

Para Pemegang Saham yang Terhormat,

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (“Perseroan”) dapat melalui tahun 2021 dengan pencapaian yang membesarkan hati. Atas kerja keras seluruh karyawan Perseroan dan entitas anak, Perseroan dapat membukukan kinerja yang melampaui target dan mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di industri jamu dan obat herbal nasional.

Mewakili Direksi, perkenankanlah saya melaporkan ringkasan kinerja Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.

Indonesia Masih Berjuang Mengatasi Pandemi

Melanjutkan tren pemulihan sejak triwulan III-2020, memasuki tahun 2021 pertumbuhan ekonomi terus mengalami kenaikan dan berhasil mencapai 7,07% (yoy) pada triwulan II-2021. Ekonomi Indonesia berhasil kembali ke zona positif, setelah beberapa triwulan terakhir berada di zona negatif akibat tekanan resesi. Capaian ini juga merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 17 tahun terakhir. Konsumsi masyarakat mulai naik didorong program vaksinasi yang sudah dimulai secara masif dan pelonggaran pembatasan sosial. Aktivitas masyarakat berangsur normal meski dengan sejumlah pembatasan dan penerapan protokol kesehatan.

Tetapi pada Juli-Agustus 2021, Indonesia dilanda gelombang kedua Covid-19 varian Delta. Lonjakan kasus Covid-19 tidak terbendung setelah libur Lebaran. Pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat secara ketat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Kebijakan PPKM darurat tidak dapat dihindari agar rumah sakit tidak lumpuh karena kelebihan kapasitas. Setelah PPKM darurat berjalan, penambahan kasus dan persentase penggunaan tempat tidur (bed occupancy ratio/ BOR) rumah sakit terbukti mengalami penurunan.

Gelombang kedua Covid-19 dan PPKM berdampak pada pertumbuhan ekonomi triwulan III yang melambat menjadi 3,51% walaupun masih di zona positif. Prioritas pemerintah adalah mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Setelah jumlah kasus terinveksi terus mengalami penurunan, pemerintah mulai melakukan pelonggaran secara bertahap. Beberapa aktivitas yang diizinkan dibuka dengan protokol kesehatan ketat adalah pasar tradisional yang menjual kebutuhan bahan pokok, pedagang kaki lima, toko kelontong dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lainnya.

Indikator-indikator konsumsi mulai menunjukkan perbaikan. Belanja masyarakat telah menunjukkan akselerasi ke periode sebelum pandemi. Keberhasilan pengendalian pandemi pasca penyebaran varian Delta meyakinkan masyarakat untuk kembali beraktivitas dan dunia usaha mulai berekspansi. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV kembali naik sebesar 5,02% (yoy). Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2021 sebesar 3,69% (yoy). Dinamika pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa pemulihan kesehatan menjadi faktor utama dalam pemulihan ekonomi.

Industri Jamu dan Obat Herbal Tetap Tumbuh

Hampir 2 tahun hidup bersama pandemi Covid-19, animo masyarakat untuk mengonsumsi jamu dan obat herbal semakin tinggi. Masyarakat semakin sadar untuk menjalani pola hidup yang sehat, di antaranya dengan mengonsumsi obat dan suplemen yang dapat meningkatkan imunitas, terutama produk herbal. Alasan utama memilih produk herbal karena menggunakan bahan baku alami yang tidak memiliki efek samping.

Penjualan produk jamu dan obat herbal untuk imunitas mengalami peningkatan signifikan selama pandemi. Masyarakat percaya bahwa jamu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap virus di tengah lonjakan kasus Covid-19. Produk yang paling banyak dicari masyarakat adalah produk berbahan dasar rempah seperti jahe, sereh, kunyit, temulawak, dan bahan alami lainnya.

Berdasarkan data BPS, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional terus mengalami pertumbuhan tinggi didorong oleh pertumbuhan subsektor obat tradisional. Pada triwulan I hingga triwulan III-2021, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh masing-masing sebesar 11,46%, 9,15%, dan 9,71% (yoy). Terjadi perlambatan pada triwulan kedua sebagai dampak lonjakan kasus Covid-19 dan penerapan PPKM. Tetapi penjualan kembali membaik pada triwulan ketiga.

Tingginya permintaan suplemen imunitas mendorong tumbuhnya industri jamu dan obat herbal. Tidak hanya produsen besar yang berusaha meraih peluang, tetapi juga UMKM jamu. Sejumlah produk baru untuk indikasi menaikkan daya tahan tubuh bermunculan. Banyak produsen jamu dan obat herbal mengajukan permohonan izin untuk mengedarkan produk barunya ke Badan POM.

Strategi dan Kebijakan Strategis

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menjalani pola hidup sehat selama pandemi telah membawa katalis positif bagi Perseroan untuk meningkatkan ketersediaan produk herbal, suplemen makanan, dan vitamin.

Perseroan bergerak tangkas mengeksekusi strategi untuk mengatasi tantangan dan mengoptimalkan peluang. Perseroan menetapkan target pertumbuhan penjualan di atas 15% dan pertumbuhan laba bersih di atas 25% melalui 4 fokus strategi, yaitu:

  • Mengoptimalkan distribusi domestik dan diversifikasi produk.
  • Fokus pada pemulihan dan ekspansi ekspor.
  • Memperkuat kehadiran digital pada platform online dan marketplace.
  • Menjaga marjin dan menyempurnakan proses bisnis.

Fokus utama Perseroan adalah memaksimalkan potensi pasar domestik melalui diversifikasi produk. Hasilnya, produk baru yang diluncurkan pada 2020 dan 2021 mampu memberikan kontribusi sekitar 4% dari total penjualan konsolidasi. Hal ini mengindikasikan penerimaan pasar yang baik terhadap produk baru Perseroan.

Selain itu, Perseroan terus meningkatkan kualitas sistem distribusi untuk memudahkan konsumen mendapatkan produk-produk Sido Muncul di gerai modern (modern trade), penjualan online, maupun di saluran distribusi tradisional (general trade). Sepanjang tahun 2021, Perseroan menambah jumlah grosir dan pengecer hingga mencapai 135 ribu tersebar di seluruh Indonesia. Target Perseroan adalah melakukan penetrasi yang lebih dalam ke kota-kota lapis kedua dan ketiga serta meningkatkan ketersediaan dan visibilitas produk di setiap gerai.

Peranan Direksi dalam Perumusan Strategi dan Kebijakan Strategis

Direksi bersama tim manajemen merumuskan target usaha, anggaran, strategi dan kebijakan strategis dalam bentuk rencana kerja dan anggaran (RKA) berdasarkan gambaran umum kondisi eksternal dan internal. Kondisi eksternal meliputi proyeksi pertumbuhan ekonomi, indikator makroekonomi, kondisi sosial, proyeksi harga bahan baku utama serta kondisi pasar dan persaingan usaha. Sedangkan kondisi internal antara lain mencakup kesiapan sumber daya manusia, kapasitas produksi, dan data historis penjualan. Selanjutnya, Direksi memaparkan RKA kepada Dewan Komisaris di dalam rapat bersama Direksi dan Dewan Komisaris. Dewan Komisaris memberikan pandangan dan rekomendasi serta persetujuannya.

Dalam rangka memenuhi target usaha yang telah ditetapkan, tim manajemen menentukan rencana kerja masing-masing divisi sabagai turunan dari sasaran strategis.

Proses yang Dilakukan Direksi untuk Memastikan Implementasi Strategi

Sepanjang tahun 2021, Direksi melaksanakan rapat bulanan sebanyak 12 kali yang seluruhnya dihadiri oleh Dewan Komisaris. Di dalam rapat Direksi, setiap Direktur dan atau divisi terkait memberikan laporan hasil tindak lanjut keputusan rapat sebelumnya, pencapaian kinerja, permasalahan yang dihadapi, dan perkembangan pasar termasuk kompetitor. Rapat menghasilkan keputusan strategis untuk mengatasi gap yang terjadi dalam pencapaian kinerja bulanan.

Mendorong Pertumbuhan, Meningkatkan Efisiensi
Kinerja Keuangan

Di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi pandemi, Perseroan mampu mencatat pertumbuhan penjualan bersih dua digit yaitu sebesar 20,6% dari Rp3,34 triliun pada 2020 menjadi Rp4,02 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang kuat dari segmen Jamu Herbal & Suplemen yang tumbuh 21,3% dari Rp2,22 triliun pada 2020 menjadi Rp2,69 triliun, dan segmen Makanan & Minuman yang tumbuh 18,3% dari Rp1,01 triliun pada 2020 menjadi Rp1,19 triliun. Sedangkan segmen Farmasi juga mencatat pertumbuhan signifikan secara persentase yaitu sebesar 26,5% dari Rp108,43 miliar pada 2020 menjadi Rp137,15 miliar.

Beban pokok penjualan naik 15,9% dari Rp1,50 triliun pada 2020 menjadi Rp1,73 triliun sejalan dengan pertumbuhan penjualan. Keberhasilan Perseroan menerapkan efisiensi di semua lini tercermin dari persentase pertumbuhan beban pokok penjualan yang lebih kecil dibandingkan persentase pertumbuhan penjualan.

Upaya efisiensi menghasilkan kenaikan laba kotor sebesar 24,3% dari Rp1,84 triliun menjadi Rp2,29 triliun dengan marjin laba kotor yang meningkat dari 55,1% menjadi 56,9%. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,26 triliun, tumbuh 35,0% dari 934,02 miliar pada tahun sebelumnya dengan marjin laba bersih meningkat dari 28,0% menjadi 31,4%.

Pasar Domestik

Kemampuan Perseroan untuk beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi kondisi yang dinamis berhasil menjaga konsistensi pertumbuhan di pasar domestik. Produk Tolak Angin memimpin pertumbuhan segmen Herbal & Suplemen sebesar 21,3%. Sementara segmen Makanan & Minuman tumbuh 18,3% dibandingkan tahun 2020.

Minuman serbuk vitamin C, Sido Muncul C-1000 mencatat pertumbuhan lebih dari 150% dibandingkan tahun sebelumnya. Di gerai modern, produk Sido Muncul C-1000 menempati posisi kelima pada kategori vitamin atau produk suplemen untuk dewasa. Perseroan berupaya meningkatkan pangsa pasar di kategori ini dengan meluncurkan varian Sido Muncul Vitamin C 1000mg + Zinc versi RTD (ready-to-drink) dengan formulasi terlengkap dibandingkan produk kompetitor.

Permintaan minuman kesehatan berbahan dasar jahe juga meningkat selama masa pandemi dan telah menjadi produk nomor satu untuk kategori minuman tradisional atau hangat di gerai modern. Secara total, kategori minuman kesehatan berkontribusi sebesar 50% atas penjualan segmen Makanan & Minuman di tahun 2021.

Pasar Ekspor

Perseroan fokus pada momentum pemulihan kinerja penjualan ekspor di Nigeria, Malaysia dan Filipina. Kinerja bisnis international memberikan kontribusi sebesar 4% dari total penjualan konsolidasi. PT Semarang Herbal Indo Plant, anak perusahaan Perseroan melakukan ekspor perdana sebanyak 61 ton minyak atsiri nilam ke Perancis, diikuti dengan ekspor minyak atsiri jahe ke beberapa negara Asia Tenggara.

Pasar Digital

Pandemi covid-19 mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk dalam tata cara berbelanja. Layanan berbasis online semakin diminati didukung oleh kemajuan teknologi digital. Selain jauh lebih praktis, belanja secara online melalui platform e-commerce lebih aman karena konsumen tak harus bepergian dan kontak fisik dengan banyak orang, serta memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Perseroan memanfaatkan platform online agar lebih dekat dengan konsumen dan memperluas jangkauan pasar baru tanpa batas. Selain membangun toko online sendiri (www. sidomunculstore.com), Perseroan juga masuk ke aplikasi e-commerce yang tersedia. Hingga saat ini Perseroan sudah bekerja sama dengan lebih dari 25 e-commerce marketplace, antara lain: Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, Blibli, JD.id, Good Doctor dan Zalora.

Produk Baru

Sepanjang tahun 2021, Perseroan telah meluncurkan 11 varian produk baru. Strategi diversifikasi dengan pengembangan produk baru menghasilkan pertumbuhan penjualan yang sangat baik dan membangun fundamental yang kuat untuk masa depan. Penjualan produk baru tumbuh lebih dari 175% (yoy) didukung oleh kinerja penjualan yang kuat dari Sido Muncul C-1000 varian sweet orange dan produk suplemen baru (soft gel, JSH, Sambilito, dan lainlain). Hingga akhir tahun, produk baru berkontribusi 4% dari total penjualan konsolidasi.

Efisiensi

Perseroan terus berinovasi untuk meningkatkan efisiensi pada proses produksi dan pendukung. Sejak tahun 2020, secara bertahap Perseroan mengganti chiller elektrik di unitunit produksi dengan sistem absorber yang lebih efisien karena dapat memanfaatkan panas dari hasil pembakaran boiler. Pada tahun 2021, chiller absorber juga sudah digunakan pada unit produksi Serbuk Effervescent, Tolak Angin 1, Serbuk Instan, dan sediaan farmasi. Secara total, dengan penggantian mesin chiller, Perseroan memperoleh efisiensi konsumsi listrik sebesar 12%.

Untuk meningkatkan efisiensi pada produksi minuman, Perseroan melakukan instalasi dan persiapan pemindahan fasilitas produksi untuk produk 150 ml (Vitamin C 1000mg + Zinc, Jamu Heritage, Tejamu, dan sebagainya) dan produk 300 ml (RTD KBE dan RTD Sporty) dari fasilitas RTD 1 ke RTD 2. Apabila telah beroperasi penuh, maka kapasitas produksi untuk produk minuman 150 ml akan naik dari 1,5 juta botol menjadi 5 juta botol dengan potensi penurunan biaya produksi karena menggunakan mesin yang lebih efisien.

Di akhir tahun, Perseroan telah menyelesaikan instalasi PLTS Atap berkapasitas 2.000 kWp yang terpasang di seluruh bangunan pabrik. Pengoperasiannya masih harus menunggu terbitnya izin operasi dari PLN. Penggunaan PLTS Atap akan mengurangi biaya konsumsi listrik Perseroan ke depan. Yang lebih penting, dengan menggunakan listrik dari sumber energi terbarukan, Perseroan telah berkontribusi bagi pengurangan emisi karbon dan memperkuat komitmen sebagai perusahaan yang peduli lingkungan.

Perbandingan Antara Pencapaian dengan Target

Di awal tahun 2021, Perseroan menetapkan target pertumbuhan penjualan dan laba bersih masing-masing di atas 10%. Selanjutnya, berdasarkan realisasi capaian kinerja tengah tahun yang luar biasa, Perseroan merevisi target pertumbuhan penjualan sebesar 15% dan laba bersih sebesar 25%. Pada akhir tahun 2021, kinerja Perseroan berhasil melampaui target yaitu penjualan tumbuh sebesar 21% dan laba bersih tumbuh sebesar 35%.

Pembagian Dividen

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 31 Maret 2021, pemegang saham menyetujui untuk mendistibusikan dividen kas kepada pemegang saham dari laba bersih tahun 2020 sebesar Rp934 miliar atau Rp31,4 per saham dengan rasio pembayaran sebesar 100%. Seluruh dividen telah dibayarkan kepada pemegang saham melalui pendistribusian dividen interim pada bulan November 2020 dan dividen final pada bulan April 2021.

Pembagian Saham Bonus

Pada tahun 2021 Perseroan membagikan saham bonus yang berasal dari saham treasuri kepada para pemegang saham dengan rasio 131:1 atau setiap 131 lembar kepemilikan saham akan mendapatkan 1 saham bonus. Total saham bonus yang dibagikan sebanyak 227 juta lembar saham. Keputusan pembagian saham bonus sejalan dengan komitmen Perseroan untuk mendistribusikan kembali hasil pembelian kembali saham.

Kendala yang dihadapi

Peluang pasar jamu dan obat herbal yang prospektif khususnya untuk produk yang dapat meningkatkan imunitas membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Perseroan tidak saja menghadapi kompetitor sesama perusahaan jamu, tetapi juga perusahaan non-jamu termasuk perusahaan farmasi yang mulai memproduksi obat tradisional. Untuk menghadapinya, Perseroan terus melakukan riset dan pengembangan berkelanjutan untuk menghasilkan produk-produk inovatif yang bukan hanya berbahan dasar herbal, tetapi juga berbasis farmasi.

Kami percaya kebutuhan konsumen terus berkembang dari generasi ke generasi. Saat ini, konsumen potensial adalah generasi milenial dan generasi Z yang memiliki tingkat pendidikan lebih baik dan berpenghasilan lebih mapan. Umumnya mereka memiliki aktivitas yang padat dan mobilitas yang tinggi sehingga pola makannya kurang memperhatikan asupan nutrisi yang mengandung vitamin dan mineral alami. Produk suplemen akan menjadi andalan mereka untuk memenuhi kebutuhan nutrisi setiap harinya.

Perseroan sudah mempersiapkan produk-produk masa depan yang ditujukan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan menggunakan mesin berteknologi modern, Perseroan dapat mengembangkan produk soft capsule untuk masyarakat yang ingin menikmati manfaat dari meminum jamu dalam format yang berbeda.

Prospek Usaha

Indonesia lebih optimis menyongsong tahun 2022. Pandemi Covid-19 sebagai akar krisis multidimensi terindikasi lebih terkendali. Vaksinasi yang terus meningkat cakupannya terbukti menjadi ikhtiar terbaik bersama dengan penerapan protokol kesehatan. Ekonomi nasional juga sudah mulai membaik. Indikator-indikator ekonomi terlihat berjalan positif. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% - 5,5% pada tahun 2022.

Melihat pencapaian tahun 2021, Perseroan meyakini adanya prospek usaha yang baik di tahun 2022 dan tahuntahun mendatang. Perseroan akan terus berinovasi untuk menghasilkan produk-produk baru yang sesuai kebutuhan konsumen. Perseroan menargetkan pertumbuhan di atas 15% baik pada penjualan dan laba bersih pada 2022, dengan berbagai strategi dan inisiatif yang telah direncanakan dan akan dieksekusi dengan cepat.

Berdasarkan data riset, pasar industri jamu masih akan tumbuh direntang CAGR 10% - 12% dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Industri vitamin dan suplemen juga masih akan tumbuh pada CAGR 10% - 11% dalam 5 tahun mendatang. Hal ini yang membuat industri jamu, vitamin dan suplemen menjadi kategori yang besar dalam segmen kesehatan konsumen.

Perseroan mulai menggarap bisnis minyak atsiri secara lebih serius. Peluang ekspor minyak atsiri cukup besar, mengingat ekspor dari Indonesia untuk minyak atsiri diperkirakan mencapai mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun per tahun. Perseroan telah berpengalaman cukup lama dalam memproduksi minyak atsiri karena salah satu tahapan awal dalam membuat jamu cair adalah dengan melakukan proses ekstraksi bahan baku untuk mendapatkan sari-sarinya. Proses ekstraksi yang sama juga dilakukan untuk menghasilkan minyak atsiri.

Pengalaman yang mumpuni, didukung dengan fasilitas produksi berteknologi modern dan berkapasitas besar di anak perusahaan PT Semarang Herbal Indoplant membuat Perseroan optimis dapat melebarkan sayap ke bisnis minyak atsiri dan menjadi salah satu pemain besar di industri ini dalam beberapa tahun ke depan.

Memperkuat Tata Kelola

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) di Perseroan pada hakikatnya adalah penerapan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri. Nilai-nilai tersebut sudah menjadi filosofi dasar Sido Muncul dalam menjalankan bisnis yang menjunjung tinggi integritas, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta menempatkan kepentingan pemangku kepentingan, masyarakat dan lingkungan sekitar sebagai prioritas utama.

Perseroan senantiasa mendorong insan Sido Muncul untuk menjalankan dan menjabarkan nilai-nilai perusahaan (SIDO Values) dengan standar tertinggi di setiap proses bisnis. Untuk meningkatkan standar etika dan integritas, Perseroan secara rutin melakukan sosialisasi kepada seluruh Insan Sido Muncul dan pemangku kepentingan terkait mengenai kebijakan perusahaan agar tercipta hubungan kerja yang sehat, transparan, produktif, harmonis, saling menghargai, bebas dari benturan kepentingan, dan saling menguntungkan.

Di tahun 2021, Perseroan meninjau ulang dan memperbarui Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang terdiri dari Pedoman dan Kode Etik Perusahaan (Code of Conduct), BOD dan BOC Manual, Kebijakan Antisuap dan Antikorupsi, dan Mekanisme Whistleblowing System. Pedoman ini berperan sebagai suatu perangkat aturan dan kebijakan yang mencakup sistem pengawasan dan pengendalian untuk mendukung etika kerja dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, mendukung integritas bisnis, serta mengatur hubungan pemangku kepentingan dan perusahaan yang berlandaskan etika.

Perseroan berkomitmen untuk senantiasa mematuhi ketentuan perundang-undangan serta mendukung Pemerintah Indonesia dalam hal pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, Perseroan menetapkan Kebijakan Antisuap dan Antikorupsi yang berlaku bagi seluruh insan Sido Muncul tanpa kecuali.

Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan wajib memastikan bahwa aktivitas dan bisnis Perseroan termasuk yang melibatkan mitra kerja, institusi pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, terhindar dari tindakan korupsi sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), yaitu terkait dengan kegiatan 1) merugikan keuangan negara, 2) penyuapan, 3) penggelapan, 4) pemerasan, 5) Perbuatan curang, 6) benturan kepentingan, dan 7) gratifikasi.

Perubahan Komposisi Direksi

Pada tahun 2021 tidak ada perubahan komposisi Direksi Perseroan.

Apresiasi

Tahun 2021, Sido Muncul memasuki tahun ke-70 berkiprah di industri jamu dan obat herbal. Adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kami, dapat ikut menghantar perusahaan ini menapaki usia platinumnya dengan torehan sejumlah pencapaian penting.

Mewakili Direksi, pertama-tama saya ingin ingin menyapa dan menyampaikan penghargaan yang tulus kepada para konsumen setia yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk memenuhi kebutuhan anda dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Konsumen adalah salah satu kekuatan yang memotivasi kami untuk terus bertumbuh. Sejalan dengan filosofi yang telah kami jalankan sejak 70 tahun silam, kami senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan para konsumen. Mendengarkan dan memahami masukan konsumen merupakan hal yang sangat penting. Setiap kritik menjadi inspirasi bagi kami untuk menyempurnakan kualitas produk kami.

Kedua, saya juga menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham atas kepercayaannya kepada Sido Muncul. Dukungan anda menjadi fondasi yang kuat bagi Perseroan untuk terus bertumbuh dan memberikan nilai bagi pemegang saham. Adalah penting bagi kami untuk memenuhi komitmen kepada para pemegang saham dan menjalankan bisnis dengan integritas demi menjaga kepercayaan anda.

Ketiga, saya sampaikan terima kasih kepada Dewan Komisaris, atas dukungan, arahan dan nasihatnya selama ini sehingga pengelolaan Perseroan selalu berada pada arah yang benar untuk mencapai visinya dan menghasilkan nilai yang optimal bagi pemegang saham.

Akhir kata, penghargaan yang tulus saya sampaikan untuk seluruh karyawan Sido Muncul, baik yang masih aktif, maupun yang telah purnabakti, atas dedikasi dan loyalitasnya membesarkan Sido Muncul hingga saat ini. Kontribusi anda semualah yang telah menghantar Sido Muncul menjadi salah satu industri jamu dan obat herbal modern. Semoga setiap langkah yang kita lakukan dapat memberi manfaat terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.