Loading...

Laporan Dewan Komisaris

Jonatha Sofjan Hidajat

Komisaris Utama

Dewan Komisaris menempatkan pengawasan strategis sebagai bagian integral dari proses pengelolaan Perseroan, dengan memastikan bahwa setiap kebijakan dan arah strategi yang disepakati bersama Direksi dijalankan secara konsisten.

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Sepanjang tahun 2025, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk berhasil menjaga kesinambungan kinerja dan stabilitas operasional di tengah dinamika industri yang menantang. Pencapaian tersebut didukung oleh peran aktif Dewan Komisaris dan Direksi dalam memastikan pengelolaan Perseroan tetap selaras dengan arah strategis dan prinsip kehati-hatian. Dewan Komisaris secara konsisten menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, dengan fokus pada kualitas pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), efektivitas tindak lanjut keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, penguatan sistem pengendalian internal, internalisasi budaya Perseroan, serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PANDANGAN TERHADAP PERKEMBANGAN PERSEROAN DI TAHUN 2025

Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris secara berkelanjutan mencermati dinamika kinerja dan perkembangan Perseroan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Dewan Komisaris menilai bahwa Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan kinerja, yang tercermin dari pertumbuhan penjualan dan laba bersih, meskipun dihadapkan pada tantangan kondisi geopolitik global serta pelemahan daya beli masyarakat.

Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh perbaikan kinerja Perseroan secara menyeluruh yang terukur melalui penerapan sistem manajemen kinerja yang terstruktur. Sistem ini mencakup proses perencanaan yang matang, pemantauan atas pelaksanaan rencana, pelaksanaan penilaian berkala (review), serta mekanisme umpan balik yang berkesinambungan guna memastikan pencapaian target yang telah ditetapkan. Melalui pendekatan tersebut, Perseroan mampu menyelaraskan kinerja individu dengan tujuan bisnis, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Dari sisi eksternal, Dewan Komisaris mencermati bahwa kondisi perekonomian global dan domestik sepanjang tahun 2025 belum sepenuhnya kondusif. Hal ini antara lain tercermin dari pergerakan Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia yang mengalami penurunan pada awal tahun sebelum kembali meningkat menjelang akhir tahun, yang berdampak pada perlambatan belanja rumah tangga, khususnya untuk produk non-esensial.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Dewan Komisaris memberikan apresiasi atas berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan Perseroan. Inisiatif tersebut antara lain mencakup upaya peningkatan efisiensi biaya melalui pemanfaatan energi surya, penyederhanaan dan digitalisasi proses bisnis, serta penguatan kemitraan dengan pemasok, khususnya petani lokal yang telah dibina secara berkelanjutan. Dewan Komisaris menilai bahwa langkah-langkah tersebut tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional, tetapi juga mencerminkan internalisasi nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) Sido Muncul dalam proses bisnis.

Sejalan dengan hal tersebut, Dewan Komisaris akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi agar seluruh strategi dan inisiatif Perseroan senantiasa dijalankan secara konsisten dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik serta mendukung keberlanjutan usaha dan pertumbuhan Perseroan di masa mendatang.

PENGAWASAN TERHADAP KEBIJAKAN STRATEGIS DIREKSI

Sejak awal tahun, Dewan Komisaris menempatkan pengawasan strategis sebagai bagian integral dari proses pengelolaan Perseroan, dengan memastikan bahwa setiap kebijakan dan arah strategi yang disepakati bersama Direksi dijalankan secara konsisten. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas pelaksanaan strategi serta memastikan keselarasan antara rencana dan realisasi.

Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas perumusan dan implementasi strategi Perseroan tahun 2025 secara aktif dan berkesinambungan melalui komunikasi dua arah yang intensif dengan Direksi, proses evaluasi berkala, serta pemberian masukan strategis. Dalam penyusunan rencana kerja dan arah strategis Perseroan, Direksi bersama Dewan Komisaris terlebih dahulu membahas dan menetapkan strategic directives sebagai pedoman utama untuk menyelaraskan visi, misi, serta arah pengembangan usaha.

Penetapan strategic directives tersebut didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap kondisi ekonomi, sosial, politik, dinamika pasar, dan tingkat persaingan, dengan mempertimbangkan berbagai potensi risiko maupun peluang yang dapat memengaruhi keberlangsungan dan pertumbuhan Perseroan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Direksi kemudian merumuskan strategi serta rencana kerja Perseroan untuk tahun 2025, yang selanjutnya mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris.

Setelah strategi ditetapkan, Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan, pendampingan, dan pemberian nasihat atas implementasinya, termasuk melalui mekanisme penilaian kinerja tahunan dan pengembangan berkelanjutan. Dewan Komisaris menilai bahwa proses perumusan dan pelaksanaan strategi Perseroan sepanjang tahun 2025 berjalan dengan baik, serta telah mengakomodasi masukan-masukan Dewan Komisaris secara efektif dalam mendukung pencapaian tujuan dan kinerja Perseroan.

PANDANGAN DEWAN KOMISARIS ATAS KINERJA DIREKSI

Dewan Komisaris mencermati bahwa perbaikan kondisi makro ekonomi domestik sepanjang tahun 2025, yang ditopang oleh penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia serta penguatan nilai tukar Rupiah, telah menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif bagi iklim industri. Peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya pada periode hari raya dan libur nasional, serta dukungan stimulus pemerintah yang mendorong daya beli dan stabilitas inflasi, menjadi faktor pendukung bagi terjaganya kinerja usaha secara solid. Dalam konteks tersebut, Dewan Komisaris menilai Direksi mampu merespons peluang eksternal secara adaptif dan terukur.

Dewan Komisaris menilai bahwa komitmen Perseroan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus memberikan kontribusi positif kepada seluruh pemangku kepentingan telah tercermin dalam kebijakan dan langkah strategis yang dijalankan Direksi. Pemanfaatan model bisnis yang kuat dan mandiri, didukung rekam jejak strategi pertumbuhan ritel yang teruji, menjadi fondasi utama dalam mengoptimalkan momentum pertumbuhan.

Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah melaksanakan pengelolaan Perseroan dengan baik dan sesuai dengan tugas, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing sepanjang tahun 2025. Penilaian tersebut didasarkan pada penerapan sistem manajemen kinerja yang menempatkan peran kepemimpinan Direksi dan jajaran manajemen sebagai faktor utama dalam pencapaian kinerja Perseroan. Peningkatan kinerja Perseroan yang signifikan sebagaimana tercermin pada pertumbuhan penjualan dan indikator kinerja lainnya tidak terlepas dari efektivitas kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, serta pelaksanaan strategi oleh Direksi.

Dalam kondisi perekonomian dan pasar yang cenderung menantang, Direksi dinilai berhasil menjaga kinerja Perseroan tetap tumbuh positif melalui berbagai inisiatif strategis, baik yang dijalankan pada tahun 2025 maupun yang telah dibangun secara berkelanjutan pada tahun-tahun sebelumnya, antara lain penguatan kemitraan jangka panjang dengan petani lokal. Inisiatif tersebut merupakan bukti konkret internalisasi prinsip-prinsip ESG dalam proses bisnis Perseroan, yang tercermin pada terjaganya kualitas produk serta peningkatan kesejahteraan para mitra petani. Berdasarkan hal tersebut, Dewan Komisaris memberikan penilaian positif atas kinerja Direksi dalam mengelola Perseroan sepanjang tahun 2025.

MEKANISME DAN FREKUENSI PEMBERIAN NASIHAT KEPADA DIREKSI

Dalam kerangka tata kelola yang mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, Dewan Komisaris berperan sebagai elemen kunci dalam memastikan kualitas pengawasan atas pengelolaan Perseroan yang dilaksanakan oleh Direksi. Peran tersebut dijalankan melalui hubungan kerja yang konstruktif dan selaras, dengan landasan kesamaan tujuan untuk mewujudkan visi dan arah strategis Perseroan.

Mekanisme pemberian nasihat oleh Dewan Komisaris kepada Direksi sepanjang tahun 2025 dilaksanakan melalui komunikasi dua arah yang berkesinambungan, baik dalam forum formal maupun informal, dengan menekankan pada proses evaluasi, pengembangan berkelanjutan, serta penilaian kinerja tahunan. Forum utama pemberian nasihat dilakukan melalui rapat rutin antara Dewan Komisaris dan Direksi yang diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali setiap bulan, sehingga dalam satu tahun terdapat paling sedikit 12 kali pertemuan. Rapat tersebut menjadi sarana untuk melakukan evaluasi kinerja, membahas implementasi strategi, serta memberikan masukan dan arahan bagi pengembangan Perseroan.

Selain melalui rapat formal bulanan, Dewan Komisaris juga melakukan komunikasi dan koordinasi secara informal dengan Direksi apabila diperlukan, khususnya untuk klarifikasi atau pembahasan hal-hal strategis yang memerlukan perhatian segera dan belum sempat dibahas dalam rapat resmi. Melalui mekanisme tersebut, Dewan Komisaris memastikan bahwa fungsi pemberian nasihat dan pengawasan dapat berjalan secara efektif, tepat waktu, dan mendukung pengambilan keputusan Direksi dalam pengelolaan Perseroan.

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA YANG DISUSUN OLEH DIREKSI

Dewan Komisaris telah mencermati dan menelaah secara seksama prospek usaha yang disusun oleh Direksi dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian global dan domestik ke depan. Dewan Komisaris sependapat bahwa prospek perekonomian nasional diperkirakan tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif, meskipun masih dihadapkan pada tingkat ketidakpastian global yang relatif tinggi. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,7%–5,5%, sebagaimana disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 bertema "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan", mencerminkan fundamental ekonomi yang tetap kuat, dengan permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai pendorong utama. Stabilitas inflasi yang diproyeksikan tetap berada dalam sasaran 2,5% ±1% turut memberikan ruang bagi kesinambungan aktivitas ekonomi dan dunia usaha.

Dewan Komisaris menilai bahwa stabilitas makroekonomi tersebut menciptakan lingkungan usaha yang relatif kondusif bagi Sido Muncul. Dewan Komisaris memandang bahwa prospek usaha Perseroan pada tahun 2026 tetap positif, dengan potensi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan sebagaimana tercermin dalam target dan proyeksi yang disusun oleh Direksi. Proyeksi tersebut disusun berdasarkan analisis data kinerja, tren pasar, serta pencapaian Perseroan pada tahun 2025, yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang stabil, didorong oleh kuatnya kinerja segmen herbal dan suplemen. Loyalitas konsumen terhadap menjadi faktor yang sangat penting. Pengembangan usaha di bidang makanan dan minuman serta farmasi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Perseroan.

Dewan Komisaris menilai bahwa target dan proyeksi tahun 2026 telah selaras dengan visi, misi, serta strategi jangka panjang Perseroan, sehingga secara prinsip dapat diterima dan mencerminkan arah pengembangan usaha yang realistis sekaligus optimistis. Prospek pertumbuhan juga didukung oleh rencana ekspansi pasar baik domestik maupun internasional, diversifikasi dan inovasi produk, serta fondasi merek yang kuat.

Di sisi lain, Dewan Komisaris juga mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi dihadapi Perseroan ke depan, antara lain meningkatnya persaingan di industri, tekanan biaya, serta dinamika pasar yang semakin kompetitif. Namun demikian, dengan strategi yang telah disusun Direksi, kekuatan merek, serta kinerja operasional yang solid, Dewan Komisaris tetap optimis bahwa Perseroan memiliki kapasitas yang memadai untuk menjaga pertumbuhan omset dan kinerja yang positif pada tahun 2026.

Secara keseluruhan, Dewan Komisaris menilai bahwa prospek usaha ke depan menunjukkan arah yang konstruktif, didukung oleh fondasi ekonomi nasional yang kuat dan sistem keuangan yang stabil. Keberhasilan Sido Muncul dalam merespons perubahan lingkungan usaha, mengelola risiko secara prudent, serta menghadirkan inovasi produk dan layanan yang relevan akan menjadi faktor kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

PANDANGAN DEWAN KOMISARIS TERHADAP TATA KELOLA PERUSAHAAN

Dalam menjalankan perannya, Dewan Komisaris menempatkan keberlanjutan usaha Perseroan sebagai prioritas utama melalui pengawasan yang konsisten atas kinerja Direksi. Pengawasan tersebut dijalankan dengan menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi pengelolaan usaha yang sehat, prudent, dan berintegritas. Sido Muncul secara berkesinambungan menginternalisasikan prinsip Perilaku Beretika, Akuntabilitas, Transparansi, dan Keberlanjutan (ETAK) ke dalam seluruh aktivitas usaha, baik melalui penguatan struktur tata kelola maupun penyempurnaan proses pengambilan keputusan, sehingga mampu menghasilkan kualitas tata kelola secara optimal sebagaimana yang diamanahkan dalam Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUGKI).

Dewan Komisaris berpandangan bahwa penerapan GCG di Perseroan sepanjang tahun 2025 menunjukkan kemajuan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut mencerminkan komitmen Perseroan yang semakin kuat dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai landasan utama dalam pengelolaan perusahaan.

Dewan Komisaris menilai bahwa Perseroan telah menerapkan GCG dengan berlandaskan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas beserta peraturan pelaksanaannya, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3/POJK.04/2021, POJK Nomor 21/POJK.04/2015, serta Surat Edaran OJK Nomor 32/SEOJK.04/2015, serta mengadopsi prinsip-prinsip dalam PUGKI dan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Perkembangan positif tersebut juga ditunjukkan melalui penguatan perangkat GCG, antara lain dengan keberadaan dan pemanfaatan Whistleblowing System (WBS), pelaksanaan rapat Komite Audit serta rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi secara rutin dan disiplin, yang tidak hanya bersifat formalitas namun diisi dengan diskusi dan pertukaran pandangan yang konstruktif. Rapat Komite Audit senantiasa dihadiri oleh sekurang-kurangnya satu Manajemen yang membawahi fungsi terkait, sedangkan rapat Dewan Komisaris dan Direksi dihadiri secara lengkap oleh seluruh anggota. Masukan dan rekomendasi Dewan Komisaris dibahas dalam forum-forum tersebut, ditindaklanjuti oleh Direksi, serta dikomunikasikan kembali kepada Dewan Komisaris.

Dewan Komisaris mengapresiasi komitmen manajemen dan seluruh perangkat GCG dalam mendorong praktik tata kelola yang semakin baik, serta menilai bahwa kemajuan penerapan GCG di tahun 2025 tidak terlepas dari keterlibatan aktif seluruh anggota Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan, pemberian nasihat, serta penilaian secara berkelanjutan terhadap penerapan prinsip-prinsip tata kelola di lingkup Perseroan.

Secara keseluruhan, Dewan Komisaris meyakini bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik telah terintegrasi secara memadai dalam proses bisnis dan operasional Perseroan, serta menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan usaha dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Penilaian Kinerja Komite di Bawah Dewan Komisaris

Dewan Komisaris menilai bahwa komite-komite di bawah Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sepanjang tahun 2025. Penilaian tersebut didasarkan pada peran aktif komite dalam merespons berbagai dinamika dan perubahan yang dihadapi Perseroan, termasuk sikap yang lebih proaktif dan adaptif terhadap hal-hal yang memerlukan perbaikan maupun penyesuaian.

Secara khusus, Komite Audit dinilai telah bekerja secara efektif dengan memberikan masukan yang konstruktif kepada Dewan Komisaris dan Direksi, terutama terkait pengelolaan risiko, perencanaan, serta realisasi program kerja Perseroan. Komite Audit juga berperan dalam memberikan tambahan dan perluasan perspektif dalam pembahasan berbagai isu strategis, sehingga mendukung kualitas pengambilan keputusan dan penguatan fungsi pengawasan Dewan Komisaris.

Berdasarkan peran, kontribusi, serta kualitas rekomendasi yang diberikan, Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja komite-komite sepanjang tahun 2025 telah berjalan secara optimal dan memberikan nilai tambah dalam mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta pencapaian kinerja Perseroan.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Sepanjang tahun 2025, komposisi anggota Dewan Komisaris PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, komposisi dan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2025 berjumlah 6 (enam) orang yang terdiri dari 1 (satu) Komisaris Utama, 3 (tiga) Komisaris, dan 2 (dua) Komisaris Independen, sebagai berikut:

Nama Jabatan
Jonatha Sofjan Hidajat Komisaris Utama
Johan Hidayat Komisaris
Sigit Hartojo Hadi Santoso Komisaris
Venancia Sri Indrijati W Komisaris
Lindawati Gani Komisaris Independen
dr. Mohammad Adib Khumaidi Komisaris Independen

Segenap jajaran Dewan Komisaris berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik demi kepentingan pemegang saham dan para pemangku kepentingan Lainnya.

PENUTUP

Atas nama Dewan Komisaris, kami menyampaikan apresiasi kepada para Pemegang Saham dan seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Sido Muncul. Dewan Komisaris juga mengucapkan terima kasih kepada Direksi, Manajemen, karyawan, serta mitra usaha atas dedikasi dan kerja sama yang berkelanjutan dalam mendukung kinerja dan pengembangan Perseroan. Ke depan, Dewan Komisaris meyakini bahwa dengan sinergi, komitmen, dan tata kelola yang baik, menjadi fondasi bagi Perseroan dalam rangka mengelola tantangan tahun 2026 secara positif dan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.