Loading...

Laporan Dewan Komisaris

Jonatha Sofjan Hidajat

Komisaris Utama

Para Pemegang Saham yang Terhormat,

Pertama-tama kami ingin memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya, sehingga PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (“Perseroan”) dapat melalui tahun 2020 yang penuh tantangan dengan pencapaian kinerja operasional dan keuangan yang baik. Perkenankanlah kami menyampaikan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris atas perkembangan dan pengelolaan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Pandangan atas Kondisi Eksternal

Pada tahun 2020, dunia dilanda pandemi Covid-19 yang telah mengakibatkan begitu banyak korban jiwa, menimbulkan krisis multidimensi, dan memunculkan ketidakpastian baru. Untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19, berbagai negara menerapkan kebijakan penutupan perbatasan, pembatasan sosial, dan karantina wilayah sehingga berdampak besar pada aktivitas ekonomi global.

Pandemi Covid-19 juga berimbas pada ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi domestik turun tajam dari 4,97% pada triwulan IV 2019 menjadi hanya 2,97% pada triwulan I 2020, setelah Pemerintah mengumumkan adanya kasus Covid-19 pertama di awal Maret yang diikuti dengan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah dengan tingkat risiko penularan tinggi yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi turun drastis di triwulan pertama.

Selanjutnya, untuk pertama kalinya sejak krisis ekonomi 1997/1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar negatif 5,32% pada triwulan II 2020 (year on year/yoy). Lemahnya konsumsi masyarakat akibat kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus menjadi penyebab utama terkontraksinya perekonomian.

Pandemi telah memukul hampir semua sektor industri, termasuk industri farmasi. Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) melaporkan bahwa para pelaku industri farmasi telah mengalami penurunan permintaan antara 50% hingga 60% selama pandemi. Penurunan permintaan tersebut menyebabkan perusahaan farmasi mengurangi produksi hingga kurang dari setengah kapasitasnya sejak semester pertama 2020. Akibatnya, ribuan pekerja dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja.

Pertumbuhan ekonomi mulai menunjukkan ada perbaikan pada triwulan III 2020 sejalan dengan membaiknya mobilitas masyarakat setelah Pemerintah melonggarkan kebijakan PSBB. Konsumsi domestik secara bertahap mulai meningkat. Dibandingkan dengan triwulan II, perekonomian Indonesia mampu tumbuh positif sebesar 5,05% (quarter to quarter/qtq) dari kontraksi 4,19% (qtq) atau kontraksi pertumbuhan berkurang menjadi negatif 3,49% (yoy) dari negatif 5,32% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2020 walaupun masih negatif 2,19% tetapi telah menunjukkan sinyal pemulihan. Dengan demikian, secara tahunan, realisasi pertumbuhan ekonomi 2020 adalah negatif 2,07%.

Sejumlah pengamat optimis pemulihan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut, didorong stabilitas makroekonomi yang terjaga yang tercermin dari tingkat inflasi yang stabil, defisit neraca berjalan yang rendah, cadangan devisa yang tinggi serta pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar saham. Nilai tukar rupiah telah kembali menguat dan stabil pada kisaran Rp14.000 per dollar AS hingga akhir tahun. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendekati 6.000. Penguatan nilai tukar rupiah dan pasar saham menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

Pandangan atas Rencana Bisnis yang Disusun Direksi

Di awal tahun, Direksi telah menyampaikan rencana bisnis tahun 2020 dengan target pertumbuhan yang double digit. Dewan Komisaris mendukung strategi dan rencana bisnis Perseroan untuk: (a) menambahkan titik distribusi dan mengaktifkan titik-titik distribusi yang lebih banyak terutama untuk produk unggulan di portofolio Perseroan, (b) meluncurkan produk-produk baru yang mempunyai potensi besar dan dicari konsumen untuk memperkaya portofolio produk Perseroan, dan (c) memperbesar kontribusi penjualan ekspor terutama di Filipina, Malaysia dan Nigeria.

Dewan Komisaris merekomendasikan agar Direksi tetap merealisasikan rencana bisnis yang telah ditetapkan meskipun dalam situasi pandemi. Untuk menghadapi ketidakpastian pasar, Dewan Komisaris menyarankan agar Direksi menjaga dengan cermat setiap pengeluaran dan belanja modal untuk menjaga arus kas yang kuat, memastikan persediaan bahan baku dan kemasan yang cukup untuk kesinambungan produksi, serta merencanakan jadwal distribusi persediaan barang secara akurat untuk mengantisipasi pemberlakuan kebijakan lockdown. Sebagai perusahaan consumer health, Perseroan harus tetap menjaga ketersediaan produk di pasar selama masa pandemi.

Selain itu, Dewan Komisaris mengingatkan agar Direksi memastikan aktivitas perusahaan senantiasa berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat, menjaga kesehatan dan semangat karyawan, serta mengkomunikasikan secara transparan kepada seluruh karyawan mengenai situasi bisnis yang tengah dihadapi. Etos kerja tinggi yang telah menjadi budaya dan nilai-nilai SIDO harus tetap terjaga dalam kondisi apapun.

Direksi Berhasil Menjaga Pertumbuhan

Konsisten dengan kondisi global secara keseluruhan, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kinerja Perseroan di sepanjang tahun 2020. Peraturan PSBB menyebabkan kegiatan operasional Perseroan harus disesuaikan dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi sebagian karyawan. Kinerja penjualan produk-produk unggulan seperti Tolak Angin (berbagai varian) dan Kuku Bima menghadapi tantangan berat karena jalur distribusi domestik dan ekspor terganggu, seiring dengan kebijakan PSBB sejumlah daerah dan penutupan perbatasan negara tujuan ekspor. Pembatasan sosial juga menyebabkan pedagang retail harus mengurangi jam operasionalnya.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesadaran konsumen terhadap kesehatan dan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dalam menjalankan aktivitas seharihari. Permintaan konsumen terhadap suplemen kesehatan produk Perseroan yang diyakini dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh meningkat secara signifikan.

Dewan Komisaris mengapresiasi langkah Direksi yang cepat bergerak mendorong penjualan dan promosi di platform digital, dan menjaga fleksibilitas Perseroan untuk menyesuaikan kapasitas produksi sesuai dengan perubahan permintaan pasar. Dewan Komisaris berharap, penjualan melalui platform digital akan semakin baik sehingga dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi kinerja penjualan Perseroan di masa mendatang.

Secara keseluruhan, terlepas dari kondisi perekonomian yang menantang, Direksi berhasil menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha yang positif dengan kinerja keuangan yang sehat. Kenaikan jumlah titik distribusi di pasar domestik dan diversifikasi penjualan produk-produk lain (Vitamin C1000, Susu Jahe, Kopi Jahe, Tolak Angin, JSH dan sebagainya) berkontribusi terhadap pertumbuhan penjualan. Perseroan berhasil meluncurkan 16 produk dan varian baru yang semakin memperkaya portofolio produk Perseroan.

28%

Marjin laba bersih pada tahun 2020, lebih baik dari 26,3% pada tahun 2019

Pada akhir tahun 2020, Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,34 triliun, meningkat 8,7% dibandingkan Rp3,07 triliun pada tahun 2019. Pendapatan Perseroan diperoleh dari kinerja penjualan di tiga segmen usaha, yaitu segmen Herbal dan Suplemen, Makanan dan Minuman serta Farmasi. Segmen Herbal dan Suplemen masih menjadi kontributor utama bagi pendapatan bersih Perseroan sebesar 67%. Segmen Makanan dan Minuman berkontribusi sebesar 30% dan segmen Farmasi memberikan kontribusi sebesar 3%. Pencapaian ini tentu juga tidak terlepas dari strategi pemasaran yang tepat didukung oleh optimalisasi kapasitas produksi yang mampu memenuhi peningkatan permintaan pasar.

Perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp934,02 miliar, tumbuh 15,6% dari Rp807,69 miliar pada tahun 2019 dengan marjin laba bersih naik dari 26,3% menjadi 28,0%. Jumlah aset per 31 Desember 2020 naik 9,1% dari Rp3,53 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp3,85 triliun. Keberhasilan mencapai laba bersih double digit juga ditopang oleh disiplin pengeluaran belanja modal yang bisa dijaga dengan baik.

Pandangan atas Prospek Usaha

Pandemi Covid-19 masih akan menjadi isu penting di tahun 2021. Tetapi Dewan Komisaris meyakini bahwa Perseroan tetap memiliki prospek usaha yang positif sejalan dengan kesadaran konsumen akan produk-produk suplemen kesehatan yang berasal dari bahan-bahan alami yang terus meningkat.

Dewan Komisaris secara terus-menerus mencermati karakteristik pasar di era normal baru. Dewan Komisaris dan Direksi secara rutin mendiskusikan perkembangan pasar yang dinamis dan mengkaji kinerja penjualan yang dipaparkan Direksi. Secara khusus, Dewan Komisaris menyarankan agar Direksi terus memperkuat dan memperkaya jalur distribusi terutama di modern trade dan platform digital.

Pelaksanaan Tugas Pengawasan

Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Board Manual. Selama tahun 2020, Dewan Komisaris melaksanakan 13 kali rapat dimana 12 di antaranya merupakan rapat gabungan bersama Direksi. Rapat gabungan bertujuan untuk mendapatkan penjelasan langsung mengenai hal-hal yang perlu didalami lebih lanjut agar Dewan Komisaris dapat segera memberikan arahan dan masukan kepada Direksi dalam batasan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya.

Dalam forum rapat gabungan, Dewan Komisaris bersama Direksi antara lain membahas dan mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan triwulanan, semesteran dan tahunan, update kinerja ekspor, peluncuran produk baru, pengembangan platform bisnis digital, penetapan sasaran Environmental, Social and Governance (ESG) 2020, rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa, asesmen dampak Covid-19 terhadap operasional Perseroan dan mitigasinya, rencana bisnis 2021, rencana pemecahan nilai nominal saham, serta agenda-agenda penting lainnya. Dewan Komisaris juga melakukan monitoring atas efektivitas pengendalian internal, manajemen risiko dan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.

Komunikasi antara Dewan Komisaris dan Direksi tidak hanya dilakukan melalui forum rapat gabungan, tetapi juga dilakukan melalui komunikasi informal baik berupa telepon, telekonferensi, konferensi video, maupun surat elektronik. Melalui komunikasi yang intensif antara Dewan Komisaris dan Direksi, Direksi dapat segera melaporkan berbagai perkembangan terkini mengenai kinerja Perseroan dan Dewan Komisaris memberikan arahan dan pendapatnya, sehingga Direksi dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Dewan Komisaris terus mendorong Direksi agar mengimplementasikan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) secara konsisten termasuk menjaga komitmen kepatuhan terhadap semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dewan Komisaris menilai bahwa pelaksanaan GCG di Perseroan telah semakin baik didukung oleh peran organ pendukung Direksi. Dari tahun ke tahun, tingkat transparansi informasi dari Direksi kepada Dewan Komisaris semakin baik dan rapat bersama Dewan Komisaris dan Direksi berjalan semakin baik dan efektif.

Proses audit internal telah dijalankan secara berkala dan komprehensif ke semua unit kerja. Peran Unit Audit Internal semakin diperkuat untuk memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi operasional, mitigasi risiko dan optimalisasi sistem pengendalian internal. Sesuai tugas dan tanggung jawabnya, Unit Audit Internal harus memastikan bahwa setiap proses bisnis Perseroan telah sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (SOP) serta peraturan yang berlaku.

Sekretaris Perusahaan telah menjalankan perannya terkait GCG antara lain memastikan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal, melaksanakan keterbukaan informasi Perseroan sebagai perusahaan publik, dan membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan GCG. Dalam pandangan Dewan Komisaris, penyampaian informasi ke publik semakin baik dan transparan, terutama untuk hal-hal sensitif seperti transaksi pihak berelasi.

Penilaian Kinerja Komite Dewan Komisaris

Dewan Komisaris dibantu Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi. Dewan Komisaris berpendapat bahwa komite-komite Dewan Komisaris tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik sesuai ketentuan GCG dan Piagam Komite. Komite membantu Dewan Komisaris mengevaluasi dan menyiapkan tanggapan Dewan Komisaris terkait persetujuan, dukungan, saran/nasihat yang diminta Direksi.

Komite Audit telah melaksanakan tugasnya menelaah dan membahas Laporan Keuangan Tahun 2019 dan Laporan Keuangan Triwulanan dan Semesteran 2020 yang akan dipublikasikan dalam rangka keterbukaan informasi, melakukan monitoring terhadap transaksi pihak berelasi, mengevaluasi kinerja akuntan publik dan kantor akuntan publik (KAP) yang mengaudit Laporan Keuangan tahunan Tahun Buku 2019, melaksanakan pemilihan akuntan publik dan KAP yang akan mengaudit Laporan Keuangan Tahunan Tahun Buku 2020 dan menyampaikan rekomendasi penunjukan kepada Dewan Komisaris untuk disetujui RUPS.

Komite Nominasi dan Remunerasi telah memberikan masukan untuk memperkuat proses pengelolaan kinerja Perseroan dan merekomendasikan sistem benefit yang kompetitif. Komite bersama tim HRD melakukan kajian dan menyusun proposal kenaikan gaji anggota Dewan Komisaris, menindaklanjuti keputusan RUPS Tahunan 8 April 2020 yang memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan Direksi Perseroan untuk tahun buku 2020, serta menyusun usulan calon Komisaris Independen Perseroan untuk disetujui oleh RUPS Luar Biasa tanggal 25 November 2020. Komite juga telah memberi masukan dan kalibrasi atas struktur Key Performance Indicators (KPI) anggota Direksi sebagai acuan penilaian kinerja Direksi tahun 2020.

Penilaian atas Implementasi Whistleblowing System

Perseroan telah memiliki Sistem Pelaporan Pelanggaran atau Whistleblowing (WBS). Selain menyediakan sarana bagi siapapun di dalam organisasi untuk menyampaikan informasi mengenai kecurangan, WBS diharapkan mampu mendeteksi dan mencegah potensi kecurangan sebelum sampai terjadi dan mengakibatkan kerugian perusahaan. Dewan Komisaris melalui Komite Audit memantau efektivitas penerapan WBS termasuk mekanisme penanganan dan tindak lanjut pengaduan yang masuk. Dalam penilaian Dewan Komisaris, implementasi WBS saat ini sudah memadai sebagai bagian dari sistem pengendalian internal.

Pandangan atas Kinerja Sosial dan Lingkungan

Dewan Komisaris mendukung program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digagas Direksi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat desa melalui program Desa Rempah dan Wisata Buah, Desa Inspirasi Padi, serta menggali potensi pariwisata di desa-desa sekitar pabrik Perseroan.

Di bidang lingkungan, Perseroan berupaya melaksanakan kegiatan produksi secara bertanggung jawab tanpa menimbulkan jejak lingkungan yang merugikan dan senantiasa menerapkan standar kepatuhan yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan. Komitmen Perseroan untuk mewujudkan green environment pada tahun 2020 telah membuahkan penghargaan PROPER Emas, peringkat tertinggi penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini membuktikan pengakuan kuat para pihak terhadap ketaatan Perseroan dalam pengelolaan lingkungan serta penggunaan sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan.

PROPER Emas juga merupakan pengakuan terhadap inovasi-inovasi yang dilakukan Perseroan dalam program pemberdayaan masyarakat beserta multiplier effect program terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari kreativitas manajemen dan keandalan tim dalam mengeksekusi program pemberdayaan masyarakat yang tepat guna dan tepat sasaran.

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

RUPS Luar Biasa tanggal 25 November 2020 memutuskan menerima dan menyetujui pengunduran diri Bapak Ronnie Behar dari jabatannya sebagai Komisaris Independen dan menyetujui mengangkat Bapak Young Taeg Park dan Bapak Ignasius Jonan sebagai Komisaris Independen untuk masa jabatan hingga ditutupnya RUPS Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2022. Dengan demikian susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2020 menjadi sebagai berikut:

Nama Posisi
Jonatha Sofjan Hidajat Komisaris Utama
Johan Hidayat Komisaris
Sigit Hartojo Hadi Santoso Komisaris
Young Taeg Park Komisaris Independen
Ignasius Jonan*) Komisaris Independen
Eric Marnandus Komisaris Independen

*) Mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Komisaris Independen pertanggal 3 Januari, 2021 dengan menyatakan efektif per 1 Maret, 2021

Apresiasi

Akhirnya, atas nama Dewan Komisaris, saya menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan. Penghargaan yang tulus saya sampaikan kepada Direksi dan segenap karyawan yang telah menunjukkan kerja keras, loyalitas dan dedikasinya demi kemajuan kita bersama. Semoga Perseroan dapat terus memberikan manfaat terbaik bagi pemegang saham, konsumen, mitra usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di masa mendatang.